Jangan Biarkan Hidup Seperti Air Mengalir


Jangan Biarkan Hidup Seperti Air Mengalir
Anda pasti pernah mendengar teman Anda mengatakan, "Aku hanya mencoba menjalani hidup bagai air yang mengalir" atau "Jalani saja hidup seperti air mengalir", dsb. Mungkin ketika teman Anda mengatakan hal itu, ekspresi wajahnya terlihat lesu dan pasrah dengan keadaan. Bahasa tubuhnya tidak bersemangat. Mengutamakan pemikiran bahwa kehidupannya adalah harga mati yang harus diterima dan dijalani. Itu salah, dan mungkin bodoh.

Barack Obama mungkin tidak akan menjadi presiden kulit hitam Amerika yang pertama jika ia tidak berani untuk melawan isu-isu rasialis kental di negara itu.

Sylvester Stallone (Rambo) mungkin saat ini hanya menjadi seorang kuli panggul yang keriput di daerah Bronx apabila ia tidak berani untuk melawan penilaian masyarakat tentang cacat pada wajahnya. Bahkan, mungkin seorang Tukul Arwana tidak akan mencapai puncak kesuksesan sebagai seorang pembawa acara jika terus mendengarkan kata orang lain yang menjuluki perilakunya itu Ndeso.

Tahukah Anda bahwa fakta dalam kehidupan justru berbicara berbeda?
Anda bukanlah air. Kehidupan, pada dasarnya, justru memaksa Anda untuk berdiri kokoh agar cukup kuat
untuk melawan arus.

Jadi, jangan lagi kita berprinsip“hidup seperti air mengalir”. Hiduplah dengan visi dan obsesi karena ia menjadi “bunga” hidup kita. Hidup butuh sikap, butuh tekad. Selagi di jalan yang sudah benar, hadapi setiap masalah. Lalu, gunakan strategi dan kreativitas kita untuk memacu dan menyesuaikan sikap dan tindakan kita. Sesuatu yang baik dan positif dalam hidup kita adalah kita yang menciptakannya, bukan mengikuti apa yang ada. Jika perlu, kita ubah saja “air yang mengalir ke arah yang lebih tinggi atau kita lawan arus air itu”. Bukankah jalan hidup kita dapat kita kendalikan sendiri, itulah ikhtiar. Ingat, kita tidak bisa mengubah takdir dari-Nya, tapi kita bisa mengubah nasib kita. Untuk mengalirkan air ke tempat yang lebih tinggi atau melawan arus air, kita butuh energi dan motivasi yang lebih kuat dari sekarang. Berpikirlah bahwa hidup itu sebuah pilihan, dan pilihlah untuk menjadi sukses dan bahagia. Anda berhak untuk sukses dan bahagia!


Jangan meratapi keadaan. Jangan berkeluh-kesah. Jangan pula mudah terpengaruh. Hari ini dan esok kita butuh sikap dan tujuan yang jelas. Bagaimana kita bersikap atas suatu hal dan mau ke mana kita? Kita punya potensi yang luar biasa dari Allah SWT, tinggal kita mampu atau tidak mengoptimalkannya.

Energi dan motivasi yang besar pasti mampu mencetak kita menjadi pribadi yang kuat. Dan pribadi yang kuat adalah modal kita menjadi lebih baik di hari ini, juga esook. Bahkan lebih dari itu, energi dan motivasi besar kita juga dapat menggerakkan kehidupan orang lain menjadi lebih baik. Di situlah terjadi keberkahan dan kemuliaan.

Maka sekarang, katakanlah “kita tak ingin membiarkan hidup seperti air yang mengalir”, tapi “kita akan mengubah arus air ke tempat yang seharusnya ia mengalir”. Kita yang mengkreasikan air itu menjadi indah dan bermakna. Kita juga yang harus memilih dan mengendalikannya …. Siap laksanakan !


Editor: Agus Setiawan
Sumber: http://filsafat.kompasiana.com/2013/09/14/jangan-biarkan-hidup-seperti-air-mengalir--589777.html

Sebotol Racun Untuk Semangat Hidup


Sebotol Racun Untuk Semangat Hidup - Agusmedia
Seorang pria mendatangi seorang Sufi yang diseganinya, “Sufi, saya bosan hidup. Rumah tangga berantakan. Usaha kacau. Saya ingin mati saja.”

Sang Sufi tersenyum, “Oh, kamu pasti sedang sakit, dan penyakitmu pasti bisa sembuh.”

“Tidak Sufi, tidak. Saya sudah tidak ingin hidup lagi, saya ingin mengakhiri hidup saya ini saja,” tolak pria itu.

“Baiklah kalau memang itu keinginanmu. Ambil racun ini. Minumlah setengah botol malam ini, sisanya besok sore jam 6. Jam 8 malamnya engkau akan mati dengan tenang.”

Pria itu bingung. Pikirnya setiap Sufi yang ia pernah datangi selalu memberikannya semangat hidup. Tapi yg ini sebaliknya dan justru menawarkan racun.

Sesampainya di rumah, ia minum setengah botol racun yang diberikan Sufi tadi. Ia memutuskan makan malam dengan keluarga di restoran mahal dan memesan makanan favoritnya yang sudah lama tidak pernah ia lakukan. Untuk meninggalkan kenangan manis, ia pun bersenda gurau dengan riang bersama keluarga yang diajaknya. Sebelum tidur pun, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu.”

Besok paginya dia bangun tidur, membuka jendela kamar dan melihat pemandangan di luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk jalan pagi.

Pulang ke rumah, istrinya masih tidur. Ia pun membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, dan satunya untuk istrinya.

Istrinya yang merasa aneh, kemudian terheran-heran dan bertanya, “Sayang, apa yg terjadi? Selama ini, mungkin aku ada salah ya. Maafkan aku ya sayang?”

Kemudian dirinya mengunjungi ke kantornya, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun sampai bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Ia menjadi lebih toleran, apresiatif terhadap pendapat yang berbeda. Ia seperti mulai menikmatinya.

Pulang sampai rumah jam 5 sore, ternyata istrinya telah menungguinya. Sang istri menciumnya, “Sayang, sekali lagi mohon maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkanmu.” Demikian halnya dengan anak-anaknya yang berani bermanjaan kembali padanya.

Tiba-tiba, ia merasa hidup begitu indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan racun yang terlanjur sudah ia minum?

Bergegas ia mendatangi sang Sufi, dan bertanya cemas mengenai racun yang telah sebelumnya ia minum kemarin. Sang Sufi dengan enteng mengatakan, “Buang saja botol itu. Isinya hanyalah air biasa kok. Dan saya bersyukur bahwa ternyata kau sudah sembuh.”

Semangat !!!

“Bila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan ini. Maka leburkan “belenggu egomu”. Satu kata untukmu, “Bersyukurlah”. Karena itulah rahasia kehidupan sesungguhnya. Itulah kunci kebahagiaan, dan jalan menuju ketenangan”.


Faidah Mengingat Kematian

  1. Memotivasi untuk mempersiapkan diri sebelum terjadinya kematian; 
  2. Memendekkan angan-angan, karena panjang angan-angan merupakan sebab utama kelalaian; 
  3. Menjadikan sikap zuhud terhadap dunia, dan ridha dengan bagian dunia yang telah diraih walaupun sedikit; Sebagai motivasi berbuat ketaatan
  4. Sebagai penghibur seorang hamba tatkala memperoleh musibah dunia
  5. Mencegah dari berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam menikmati kelezatan dunia
  6. Memotivasi untuk segera bertaubat dan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat
  7. Melembutkan hati dan mengalirkan air mata, mendorong semangat untuk beragama, dan mengekang hawa nafsu
  8. Menjadikan diri tawadhu’ dan menjauhkan dari sikap sombong dan zhalim dan
  9. Memotivasi untuk saling memaafkan dan menerima udzur saudaranya.

Sumber:
- Status Himpunan Santri
- Artikel Ingat Mati - Muslim.or.id

12 Kata Menunggu Yang Sebaiknya Dihindari


1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!

Hari Baru Semangat Baru


Hari Baru Semangat Baru
Pernahkah kita memperhatikan cakrawala pagi di ufuk timur? Sejak fajar hingga terbitnya matahari, selalu ada lukisan indah yang berbeda setiap hari. Seakan ia berkata: selamat datang di pagi yang baru, selalu ada peluang dan harapan baru bersamaan dengan kemunculanku.

Jauh di bawahnya, tepatnya di bumi ini, bersamaan datangnya pagi burung-burung berkicau dengan beragam lagu merdu. Seakan mengajak kita bersemangat mengejar cita.

Pun bunga di taman. Ia menampilkan keindahan dan kesegaran. Dengan beragam warna dan keharuman yang beragam. Seakan memberi pesan: sambutlah pagi dengan kesegaran baru, jalani hari dengan senyummu!

Ya. Setiap datang pagi yang baru, selalu ada harapan dan peluang kesuksesan yang baru. Bahkan setiap pagi ada keberkahan sebagaimana Rasulullah telah mendoakan: "Ya, Allah! Berkahilah umatku pada pagi harinya". (HR. Ahmad)

Secara fitrah, tubuh kita akan menjadi lebih segar dan fit pada pagi hari. Selepas bangun dari tidur malam, letih dan lelah hilang sudah. "Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat." (QS. Al Furqan : 47).

Fisik kita telah memberikan sinyal keberkahan pagi. Tinggal semangat dan ruhiyah kita bagaimana memaknainya. Bagi seorang mukmin yang komitmen pada din-Nya, semangat dan ruhiyah itu selalu terbarui pada pagi hari. Ia dimulai saat bangun sebelum fajar tiba. Hati dan lisannya telah bersyukur sejak pertama kali ia membuka mata: Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kematian kami dan kepadaNya kami kembali." Lalu ia pergi untuk berwudhu. Air mengenai wajah dan anggota badannya, namun doa dan semangat masuk ke hatinya, mempertegas bangunnya ruh dan jiwa. Mungkin sebelum itu ia ke kamar kecil, di sana ia juga dikuatkan oleh dua doa: doa perlindungan dan doa syukur/ampunan.

Shalat di akhir sepertiga malam menjadi menu penguat ruhiyah berikutnya. Sampai di tahap ini saja, sesungguhnya seorang mukmin telah siap dengan semangat baru untuk meraih sukses di pagi dan siang hari.

"Jika kalian tidur, maka syetan membuat 3 ikatan di kepala kalian yang membuat tidur kalian nyenyak, jika bangun dan berdzikir kepada Allah maka lepaslah satu ikatan, jika wudlu maka lepaslah ikatan kedua dan ketika sholat maka lepaslah ikatan ketiga, maka kalian akan bangun pagi dengan giat dan hati yang bersih, kalau tidak maka kalian akan bangun malas dengan hati yang keruh" (HR Muslim)

Shalat Subuh berjama'ah dan dzikir pagi akan kian meneguhkan semangat dan kebersihan hati yang telah "on" karena wudhu dan shalat malam. Maka pagi hari, bersamaan dengan terbitnya matahari, kuatlah semangat baru seorang mukmin. Ia yakin, hari ini adalah hari kesuksesannya. Di dalamnya ada keberkahan. Di dalamnya ada rezeki yang telah Allah takdirkan. Di dalamnya ada pembelajaran yang membuatnya semakin dewasa dan matang. Ia memaknai hari baru sebagai halaman baru dari sebuah buku "success story" yang ia tulis dalam sejarah kehidupan. Semangat!

Sumber: http://www.bersamadakwah.com/2012/04/hari-baru-semangat-baru.html

Sukses Ada Dibelekang Tembok

Seorang eksekutif muda bertemu dengan seorang guru di sebuah jalan raya. Ia bertanya,“Guru, yang manakah jalan menuju sukses?” Sang guru terdiam sejenak. Tanpa mengucapkan sepatah kata, sang guru menunjuk ke arah sebuah jalan. Eksekutif muda itu segera berlari menyusuri jalan yang ditunjukkan sang guru. Ia tak mau membuang-buang waktu lagi untuk meraih kesuksesan.

Setelah beberapa saat melangkah tiba-tiba ia berseru,“Ha! Ini jalan buntu!” Benar, di hadapannya berdiri sebuah tembok besar yang menutupi jalan. Ia terpaku kebingungan, “Barangkali aku salah mengerti maksud sang guru.”

Eksekutif muda itu berbalik menemui sang guru untuk menanyakan sekali lagi, “Guru, yang manakah jalan menuju sukses.” Sang guru menunjuk ke arah yang sama. Eksekutif muda itu berjalan ke arah itu lagi. Namun yang ditemuinya tetap saja sebuah tembok yang menutupi jalan.

Ia merasa dipermainkan. Dengan penuh amarah ia menemui sang guru, “Guru, aku sudah menuruti petunjukmu. Tetapi yang aku temui adalah sebuah jalan buntu. Aku tanyakan sekali lagi padamu, yang manakah jalan menuju sukses? Kau jangan hanya menunjukkan jari saja, tetapi bicaralah!”

Akhirnya sang guru berbicara, “Di situlah jalan menuju sukses. Hanya beberapa langkah saja di balik tembok itu.

Renungan :
Keberhasilan seringkali tak tampak karena ia bersembunyi di balik kesulitan. Cuma orang-orang yg mampu mendaki “Tembok Kesulitan” itulah yang akan menemui keberhasilan.

A wise man will be Master of His Mind, A fool will be its slave.

Sumber: FP Ruanghati.com

Kekuatan Luar Biasa dari Kebiasaan



Suatu hari rakyat bersorak-sorai menyaksikan kehebatan keahlian memanah seorang panglima yang luar biasa.

100 kali anak panah dilepas,
100 anak panah tepat mengenai sasaran.

Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang,
tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk,

“Panglima memang pemanah hebat !!!
Tapi, itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih.”

Panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya, apa maksud perkataan orangtua penjual minyak itu.

“Tunggu sebentar !” jawab tukang minyak 

Sambil beranjak dari tempatnya,
dia mengambil sebuah koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya.

Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong.

Dgn penuh keyakinan,
si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak,
kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh.

Hebatnya, tdk ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tsb.
Panglima & rakyat tercengang.
Mereka bersorak-sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak.

Dengan penuh kerendahan hati dan hormat, tukang minyak berujar,
“Itu hanya keahlian yg diperoleh dari kebiasaan yang terlatih !!Kebiasaan yang diulang terus-menerus akan melahirkan keahlian.”

Dalam kisah ini, kita dapat belajar bahwa betapa luar biasanya kekuatan dari kebiasaan.

Habit is a Power !!

Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan,
kita membutuhkan karakter sukses.

Karakter sukses itu hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan seperti: 

  1. Berpikir positif
  2. Antusias
  3. Optimis 
  4. Disiplin
  5. Integritas
  6. Tanggung jawab
  7. Yang terpenting lagi adalah kondisi bathin kita yang selalu sabar dan waspada.
  8. Keterampilan itu bisa lahir dari kebiasaan dan disiplin yang konsisten.

Marilah kita bangun kebiasaan baik.

Editor: Agus Setiawan
Sumber: FP RuangHati.com

Hikmah Dibalik Kekurangan


Ada seorang wanita tua,ia hidup sendirian disebuah desa terpencil,
Ia memiliki dua pot besar, masing-masing tergantung di ujung kayu pikulan yang ia sering bawa dipundaknya untuk mengambil air disungai..

Salah satu pot memiliki retak didalamnya sementara pot lain sungguh sempurna dan selalu dapat menampung air secara penuh. Pada akhir perjalanan panjang dari sungai ke rumah, pot yang retak ini senantiasa tiba dengan kondisi setengah penuh. Kondisi ini berlangsung setiap harinya selama bertahun-tahun.

Berkaca pada apa yang ia sudah kerjakan, pot yang sempurna menjadi sangat sombong dengan prestasi yang ia miliki. Sementara pot yang retak merasa malu akan ketidaksempurnaan yang ia punya.

Sampai satu hari karena menganggap telah gagal, pot yang retak pun menghampiri wanita tua ini dan mengutarakan isi hatinya.
:"Saya malu pada diri sendiri, karena ada retakan pada sisi saya yang menyebabkan air bocor sepanjang perjalanan kembali kerumahmu."

Mendengar hal tersebut, sang wanita tua ini pun tersenyum dan menjawab,
:"Apakah kamu memperhatikan bahwa ada bunga-bunga disisi jalan sebelahmu, tapi tidak disisi pot yang sempurna?" "Tahukah kamu itu semua terjadi karena aku sudah tahu tentang kecacatan yang kamu miliki dan sebabnya aku menanam bibit bunga disisi jalan dimana kamu aku bawa, dan setiap hari saat kita berjalan kembali, kamu menyirami mereka dengan tidak sadar !"

"Selama dua tahun aku telah mampu memilihkan bunga-bunga yang indah untuk menghiasi meja di rumahku. Tanpa kamu yang sebagaimana kamu sekarang, tidak akan ada keindahan yang mewarnai rumahku ini."

Setiap dari kita memiliki kekurangan masing-masing yang unik.
Namun ketidaksempurnaan masing-masing ini yang membuat kita
kian menarik dan bermanfaat.

Sumber: Facebook RuangHati.com

Kisah Inspiratif Buruh Miskin Menjadi Direktur Perusahaan Minyak Kelas Dunia


Nasib seorang manusia tidak bisa ditebak. Ada yang bernasib buruk adapula yang bernasib baik.

Begitupun jalan hidup seseorang, ada yang melewatinya dengan penuh liku, hinaan & cercaan, bahkan ada yang mulus tanpa hambatan hingga dia selamat sampai tujuan.

Kita kerapkali disajikan dengan kisah-kisah inspiratif tentang perjalanan orang-orang sukses yang berhasil menempuh perjalanan panjang dan berlubang, hingga dia sampai pada posisi mereka sekarang. Harta yang melimpah, dihormati banyak orang lengkap dengan simbol kesuksesan yang berhasil diraihnya.

Seperti cerita yang akan disajikan berikut ini.

Pemuda Pekerja Kelas Bawah
Tersebutlah seorang pemuda miskin, bertempat tinggal di negara Arab. Dia bekerja sebagai pekerja rendahan di salah satu perusahaan minyak terkemuka di sana.

Hari demi hari dia lalui dengan bekerja keras sebagai buruh, gajinya tidak seberapa, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sampai suatu hari dia merasa kehausan, sangat haus, kita bisa membayangkan betapa panas dan gersangnya di Arab sana.

Dia melihat ada botol air minum di meja, iapun bergegas meminumnya, namun sebelum air menyentuh bibirnya, dia tersentak dengan teriakan seorang insinyur. Heh, jangan kau minum air itu, air ini khusus untuk insinyur. Hentak seorang Insinyur orang Amerika.

Betapa sakit hatinya mendengar teriakan Sang Insinyur. Dirinya merasa terhina, hanya karena dia seorang pekerja rendahan, dia tidak bisa meminum segelas air, padahal dia sangat haus. Pemuda itupun bergumam apakah karena aku pekerja rendahan dan dia insinyur, sehingga aku tidak boleh meminum segelas air minum.

Sakit Hati Dijadikan Sebagai Motivasi

Hari demi hari dia jalani seperti biasa, bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun rupanya hinaan yang dia terima masih terngiang di kepalanya. Ada yang luar biasa dari si pemuda ini, dia menjadikan hinaan itu sebagai cambuk untuk memotivasinya untuk menjadi lebih baik.

Tingkat pendidikan yang dia sandang saat itu hanya lulusan SD, namun itu tidak menjadikan ia patah semangat. Dia melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP dan SMA di malam hari. Ya, siang ia bekerja, malam hari dia pergi ke sekolah. Kerapkali ia mengalami kelelahan, namun tidak digubrisnya.

Tuhan Merubah Nasib Si Pemuda Miskin

Sampai suatu hari, luluslah ia sebagai siswa lulusan SMA.
Perusahaanpun terkesan dengan kerja kerasnya selama ini, akhirnya iapun mendapatkan beasiswa belajar ke Amerika, tidak hanya S1 dia mendapatkan beasiswa hingga S2.

Singkat kata, ia lulus menyandang gelar S2 lulusan Universitas di Amerika. Ia dipanggil oleh perusahaan minyak dimana ia mengabdikan diri untuk kembali bekerja, namun tidak untuk menjadi pegawai rendahan, ia ditugaskan menggantikan posisi wakil direktur sebelumnya. Jabatan tertinggi yang bisa diduduki oleh orang lokal pada saat itu.

Rupanya Alloh merubah nasib si pemuda dan insinyur yang dulu menghina dia. Kini dia menjadi atasan dari seorang insinyur yang dulu pernah melarang dia meminum air.

Ada kejadian yang sungguh mengharukan, ketika si pemuda dimintai ijin oleh insinyur orang Amerika itu, ia meminta ijin untuk libur “Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu”

Bagi sebagian besar orang tentu akan berpikir untuk balas dendam atas sakit hati yang dialaminya.

Namun sungguh mulia hati pemuda itu, dia tidak membalas sakit hatinya, melainkan berterima kasih atas hinaan yang didapatnya ketika itu. Dia berkata “Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Benar, dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamulah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.”

Hikmah Dari Cerita Diatas
Sungguh luar biasa, kini ia memetik buah dari hasil kerja keras, kesabaran dan sikap positifnya.

Saya teringat firman Alloh SWT “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Si Pemuda Miskin tadi berhasil merubah nasibnya dari orang miskin menjadi orang terhormat, melalui kerja keras, kesabaran dan keikhlasannya dalam menjalani hidup.

Lalu, apakah hanya berhenti sampai disitu saja? Tidak, karirnya merangkak naik hingga ia menjabat sebagai Direktur. Sebuah jabatan yang kerapkali diduduki oleh Insinyur dari Amerika.

Dari cerita inspiratif diatas, kita bisa menarik benang merah bahwa:
Bukan masalah yang menjadi hambatan kita untuk maju, tapi sikap kita dalam menghadapi masalah tersebut. Setiap orang memiliki masalah yang berbeda bahkan sama, namun kenapa ada yang gagal dan berhasil. Letak perbedaannya pada sikap positif dalam menghadapi masalah.
Kisah dua orang di atas menyadarkan kita untuk tidak sombong dan putus asa. Jika saat ini kita sedang berada di puncak kesuksesan, janganlah sombong, begitupun sebaliknya ketika sedang berada dibawah, terhina, tersiksa oleh keadaan, janganlah putus asa, ubahlah nasib dengan kerja keras, kesabaran dan keikhlasan, niscaya Alloh akan merubahnya.

Siapakah Pemuda Itu?

Ali bin Ibrahim Al-Naimi
Cerita diatas adalah kisah nyata dari Ali bin Ibrahim Al-Naimi seorang pemimpin perusahaan minyak terbesar di Saudi Arabia, Aramco (Arabian American Oil Company). Ditangannya perusahaan ini semakin menggurita dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Saat ini Aramco menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Dengan prestasinya itu, Raja Arab memberikan kepercayaan kepada dia sebagai Menteri Perminyakan dari tahun 1995 sampai saat ini (2011).

Semoga cerita diatas dapat memberikan inspirasi positif kepada kita semua bahwa semua cobaan dan halangan bukanlah menjadi penghambat kita untuk maju, akan tetapi menjadi malah menjadi pendorong kita untuk maju.

Sumber: http://makanati.wordpress.com/2012/03/22/cerita-inspiratif-seorang-pekerja-kelas-bawah-yang-berhasil-menjadi-direktur-perusahaan-minyak-kelas-dunia/

Kisah Inspiratif Sikembar Rolando & Ronaldo


Cerita Inspiratif Dan Motivasi yg terlahir dari keluarga berantakan, dimana ibunya seorang penjudi & ayahnya seorang pemabuk & penjudi.

Ibu mereka terlebih dahulu meninggal pada saat si kembar tersebut masih bayi.Ayah mereka menemani mereka sampai mereka sekolah, & akhirnya meninggal juga.Karna tidak punya keluarga yg bersedia menampung, mereka tinggal di panti asuhan yg berbeda.Berita mengenai nasib malang kedua bocah kembar tersebut menghiasi koran berita lokal tempat lahir mereka di negara Mexico.

40 tahun kemudian setelah kejadian tersebut, seorang pemimpin redaksi ingin mengetahui di mana kedua bocah tersebut berada & mengutus team wartawan mereka untuk melakukan liputan khusus...Mereka menemukan Rolando sedang berada di sebuah bar di daerah Guadelajara dalam kondisi mabuk berat dan nampaknya sudah berhari-hari tidak mandi. Mereka pun mewawancarai si Rolando, mengapa dia sampai begini?

Katanya sambil berteriak..."Aku begini karena AYAHKU...Apa yg bisa anda harapkan dari anak seorang pemabuk...?Inilah aku, seorang pemabuk juga...! Buah yg jatuh tidak akan Jauh dari pohonnya..."Sementara wartawan yg lain menemukan Ronaldo, di kota Mexico City sebagai seorang Direktur sebuah Perusahaan Internasional yg memiliki keluarga bahagia & harta yg berlimpah. Mereka mewawancarai si Ronaldo, apa yg menjadi motivasinya sehingga dia bisa menjadi sehebat ini, jawabnya ;"Ayahku dulu seorang pemabuk & penjudi. Aku akan membuktikan kalo aku bisa menjadi orang hebat, walau lahir dari keluarga pemabuk & penjudi..."

MINDSET dalam pikiran itulah yg menentukan kemana arah kehidupan yg akan kita jalani. Apakah kita melihat dari sisi NEGATIF atau ambil dari sisi POSITIFnya,Pilihannya ada di tangan kita masing-masing.Tanamkan dalam pikiran kita : "Buah bisa saja jatuh JAUH dari pohonnya", tergantung dari mindset dan keputusan kita!! Semoga Bermanfaat. You define your own success everybody.. good luck!

Sumber: Facebook Ruanghati.com

Janganlah Mengkhawatirkan Besarnya Masalahmu Besok

Janganlah mengkhawatirkan besarnya masalahmu besok.

Khawatirlah tentang berapa besarnya engkau dibandingkan dengan masalahmu hari ini dan besok.

Kehidupanmu akan damai dan mapan jika kemampuanmu lebih besar daripada masalahmu.

Maka belajarlah dengan baik, bekerjalah dengan jujur dan rajin.

Jangan meniru mereka yang menelantarkan pelajaran, karena engkau bisa sama terlantarnya dengan mereka nanti di masa tua.

Jangan malas bekerja, karena engkau akan dipaksa bekerja keras di masa tuamu untuk bayaran-bayaran kecil yang kurang.

Dan janganlah berlaku tidak jujur, karena engkau akan dijauhi oleh orang-orang baik yang bisa menjadi belahan jiwamu, atau atasanmu, atau sahabatmu, atau partnermu, atau diumumkan ketidak-jujuranmu untuk melindungi orang-orang baik darimu.

Jadilah orang baik. Dan ingatlah masa muda Anda tak berlangsung selamanya. Apa yang akan Anda lakukan esok adalah penentu masa depan Anda.

Sumber: Facebook Ruanghati.com

Jangan Sepelekan Hal-Hal Biasa

Jangan sepelekan hal-hal biasa, karena semua orang besar melakukan hal-hal biasa dengan kesungguhan besar.

Orang kecil hatinya kosong dari harapan dan mulutnya lancar melicinkan keluhan.

1. Nasihatilah pemalas, dan dia akan mengatakan: Males ah!
2. Nasihatilah penunda, dan dia akan mengatakan: Yang penting enjoy!
3. Nasihatilah orang pesimis, dan dia akan mengatakan: Hidup ini gak semudan omongan!
4. Nasihatilah orang berkebiasaan buruk yang merusak kesehatannya, dan dia akan mengatakan: Ah, nanti juga mati!
5. Nasihatilah orang bodoh, dan dia akan mengatakan: Ah! Gak juga! Teori!
6. Nasihatilah peselingkuh, dan dia akan mengatakan: Selingkuh itu indah!
7. Nasihatilah penjudi, dan dia akan mengatakan: Yang penting bejo!
8. Nasihatilah orang tidak jujur, dan dia akan mengatakan: Kalau aku gak curi, aku gak dapat!

Kita tidak bisa memastikan semua orang menjadi orang baik, karena memang ada orang yang tidak bisa menerima hidayah.

Tapi, tetaplah setia menyampaikan nasihat baik, kepada diri sendiri, kepada istri, suami, anak, saudara, sahabat, dan semua jiwa yang bersentuhan dengan jiwa baik Anda. Sampaikanlah berita gembira dari Tuhan, walau pun hanya satu kata.

Seperti ...
Damailah, atau
Sabarlah, atau
Bersyukurlah, atau
Berbahagialah

Sumber: https://www.facebook.com/ruanghatidotcom